Archive

Posts Tagged ‘kuliah’

Makin Ekstrim

12/10/2016 Leave a comment

Percayalah, belajar yang paling enak itu adalah sesuai kurikulum. Sudah ada track jelasnya, sudah ada jalurnya, sudah ada bahan apa saja yang mau dipelajari.

Ketika belajar sendiri, tanjakannya makin ekstrim. Ketika menghadapi berbagai hal, apalagi membangun tim yang independen, rasanya semua harus belajar semua. Di tahap awal pasti masih sulit untuk membagi jobdesk dari masing-masing. Semua pusing mempelajari ini itu. Belum lagi mencari bahannya, kadang tidak ketemu. Belum lagi kalau tidak tahu arahnya ke mana, akhirnya meniti jalan satu demi satu. Dan tantangan terbesarnya bukanlah waktu yang sedikit, malah mungkin lebih banyak ketimbang berkuliah. Tapi, dalam perjalanan ini yang paling chaos adalah ketika tidak disiplin belajar. Tidak konsisten menginvestasikan waktu untuk menambah ilmu baru setiap harinya. Alhasil, jadinya momentum turun, ilmu yang dipelajari tidak maksimal, seiring berjalannya waktu terlupa, dan jadi tidak diterapkan di kasus yang dihadapi.

Yah, memang sih yang paling ekstrim untuk belajar seiring bertambahnya umur adalah faktor self-disciplined.

Di Saat Istirahat Adalah Sebuah Dosa

13/09/2012 1 comment

Hari ini rasanya badan capek sekali. Di hari yang kuliahnya paling padat dalam seminggu ini justru saya tidak masuk karena kelelahan yang menumpuk dalam beberapa hari terakhir. Banyak sekali tugas yg harus diselesaikan di Minggu ini. Ya, beristirahat rasanya seperti sebuah dosa di tengah kesibukan yang begitu padat.

Dalam kondisi seperti ini, saya memilih beristirahat satu hari daripada mengambil berbagai resiko ke depannya. Termasuk ketika bimbang, saya lebih memilih untuk berhenti sejenak supaya bisa melangkah lebih jauh dan menempuh perjalanan yang lebih pasti.

Mungkin karakter saya yang ini dirasa tidak bijak bagi sebagian orang. Namun, ketika kita kehilangan kesempatan atau pun terjungkal karena memaksakan diri tentunya itu juga bukan pilihan bijak bukan? 🙂

Dosenku yang Inspirasional

23/03/2012 2 comments

creativeboom.co.uk

Tak terasa semester enam saya di kampus ini sudah menuju akhir. Banyak kuliah yang menarik baik materi atau pun dosennya. Pada semester ini, ada mata kuliah di luar prodi IF yang sangat menarik dan membuat saya menikmati semester ini. Saya menemukan seorang dosen uni dan selalu memberikan metode pembelajaran yang tidak mainstream bagi mahasiswanya. Beliau adalah Pak Budi Rahardjo, Dosen II3062 – Keamanan Informasi.

Kuliah Bukanlah Presensi

Dalam setiap kuliahnya di kelas, beliau tidak pernah menghitung absen dan tidak pernah mewajibkan mahasiswanya untuk masuk. Namun, kelas yang peserta totalnya mencapai 100 lebih ini selalu dihadiri oleh hampir 100 mahasiswa setiap beliau mengajar (kecuali saat musim ujian). Beliau mengajarkan kepada mahasiswanya untuk selalu bertanggung jawab atas komitmen ketika mengambil SKS untuk belajar baik di kelas atau pun di luar kelas. Dan beliau selalu menunjukkan perkataannya tersebut setiap mengajar. Beliau sangat jarang duduk. Beliau hampir selalu berdiri ketika mengajar dan bergerak aktif serta menyampaikan materi dengan semangat.

Tugas = Pengembangan Diri

Untuk tugas, beliau tidak pernah menilai tugas yang dikumpulkan. Beliau menganggap mahasiswanya telah dewasa dan menyampaikan bahwa esensi kuliah ini berada pada tugas tersebut. Tugas yang diberikan oleh beliau juga sangat seru dan tidak pernah membosankan. Beban tugas yang diberikan oleh beliau juga tidak pernah memberatkan mahasiswanya sehingga mahasiswa yang dewasa pasti bisa menangkap esensi materi pada tugas  yang diberikan oleh beliau dengan porsi yang tepat dan menyenangkan.

Ujian = Evaluasi, Bukan Parameter Menilai Mahasiswa

Kemudian, yang menarik adalah saat UTS. Beliau juga tidak menilai UTS ini. Beliau hanya mewajibkan mahasiswa untuk mengerjakan UTS tanpa memperdulikan nilainya. Saat saya iseng nanya dengan kebijakan ini, beliau mengatakan bahwa UTS tidak bisa digunakan untuk mengukur kemampuan sebenarnya dari seseorang. Beliau mengatakan ingin menjadikan UTS sebagai evaluasi bagi dirinya dimana soal yang dijawab salah oleh banyak mahasiswanya adalah saat dimana beliau tidak mengajar dengan baik.

Makalah = Aktualisasi ilmu selama kuliah

Lalu bagaimana beliau menilai kita? Beliau hanya menjadikan makalah di akhir semester sebagai penilaian bagi kuliahnya. Beliau menekankan bahwa kita sebagai mahasiswa harus bisa mengaplikasikan materi yang diajarkan di kelas atau pun tugas kepada sesuatu yang kita sukai dalam bentuk makalah. Beliau mengajarkan supaya semua mahasiswanya tidak hanya mengerti teori saja. Beliau mengajarkan bahwa kuliah adalah sesuatu yang progresif dimana poin terpenting adalah ketika kita bisa mengaplikasikan esensi yang kita dapatkan di kuliah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi sekitar kita.

Two Thumbs Up, Mr. Budi Rahardjo! 🙂

Kehilangan Weekend

17/03/2012 2 comments

From: en.wikipedia.org

 

“Malem Minggu enaknya kemana ya?”. Entah sudah berapa lama terakhir kali bisa mengucapkan kalimat tersebut. Rasanya sekarang berkuliah di IF ITB sangat sibuk dan sulit mencari waktu kosong walaupun hanya sedikit. Dulu ketika TPB saya masih bisa menyempatkan bersantai di setiap weekend dan mengerjakan kegiatan lain di luar kuliah. Sekarang, hari Sabtu dan Minggu hanya bisa saya gunakan untuk mengerjakan tugas dan mengerjakan kegiatan organisasi himpunan. Tidak lebih, tidak kurang.

Melihat sibuknya masa-masa sekarang, saya jadi berpikir sesuatu. Apakah memang kehidupan yang akan saya jalani nanti akan jauh lebih sibuk lagi? Apakah memang hal seperti ini merupakan sesuatu yang wajar sebagai seorang manusia? Atau apakah hanya saya saja yang masih kurang bisa mengatur waktu untuk mengerjakan sesuatu yang saya suka di akhir minggu?

Jawabannya bisa ya bisa tidak. Yang pasti, bagaimana pun juga kesibukan akan terasa sebagai siksaan apabila kita tidak bisa menikmatinya. Dan kesibukan akan sangat menyenangkan apabila kita bisa menikmatinya. Dan pastinya, saya akan selalu berusaha menikmati kesibukan saya. Saya yakin semua akan indah pada waktunya.

Senangnya Sibuk. 🙂

Categories: Coretan Tags: , , , ,

Semester yang Luar Biasa

26/12/2011 2 comments

Semester lima di ITB akhirnya selesai juga. Kalau diingat-ingat, semester ini merupakan semester yang paling banyak memberi kejutan bagi saya selama di kampus. Mulai dari tugas yang menuntut profesionalitas tinggi, beban akademik yang menuntut untuk semakin fleksibel dalam belajar, momen baru di organisasi yang saya ikuti, dan juga berbagai hal lain yang pokoknya ga biasa deh di semester ini.

Dari sekian banyaknya momen yang saya lalui di semester kemarin, ada dua hal yang paling membekas di pikiran saya. Hal yang pertama adalah beban kuliah tentunya. Ternyata kalau selama ini ada yang bilang jurusan IF ITB itu sibuknya ga ada duanya sama jurusan mana pun ada benarnya. Bayangkan saja, saya mengambil 6 mata kuliah semester ini dimana masing-masing mata kuliah ada lebih dari satu tugas besar. Satu tugas besar aja udah ribet ngerjainnya, apalagi ada paling nggak dua tiap mata kuliah. Bahkan sekarang saya rasanya nggak percaya masih hidup sebagai anak IF setelah melalui semester ini. 😛

Buat yang belum tau, tugas besar di IF ITB itu agak-agak mirip proyek. Spesifikasinya jauh lebih banyak dari tugas biasa. Tugas ini juga membutuhkan manajemen proyek, pembagian tugas, dan pengerjaannya yang udah mirip kayak proyek beneran deh. (Ada perancangan hingga implementasi).

Kemudian, yang kedua yang paling berkesan bagi saya adalah saat dimana saya memiliki anggota baru dalam divisi saya di HMIF (Himpunan Mahasiswa Informatika) ITB. Rasanya sangat menyenangkan ketika mendapatkan teman kerja dalam organisasi selama satu kepengurusan. Apalagi divisi tempat saya bekerja (divisi intrakampus) di Himpunan merupakan divisi yang bisa dikatakan paling sibuk dan membutuhkan konsistensi tinggi dalam bekerja.  Memiliki teman-teman dan adik-adik yang selalu saling membantu setiap saat dalam bekerja tanpa sadar membentuk rasa kepemilikan yang tinggi dalam divisi kami. Dan mungkin momen kekeluargaan inilah momen yang paling berkesan selama saya berorganisasi.

Well, yeah. Banyak kenangan dan momen berharga yang tak bisa saya lupakan. Bagaimana pun juga semester lima yang penuh kejutan ini telah berakhir, dan merupakan awal dari semester baru. Rasanya tidak sabar untuk menanti semester enam di ITB. 🙂

Nb: Doakan nilai penulis di semester lima ini lebih baik dari semester sebelumnya ya. Hehe. 🙂

Categories: Coretan Tags: , , , ,

Tantangan Besar = Effort Besar = Manfaat Besar

21/08/2011 Leave a comment

From : barbiefigueroa.com

Yak, semester baru, pelajaran baru, kegiatan baru, dan banyak hal yang menarik yang saya rasa belum pernah didapatkan di semester sebelumnya. Mulai dari mata kuliah yang levelnya lebih tinggi, tugas-tugas yang lebih menuntut untuk bisa mengaplikasikan mata kuliah yang diikuti, kegiatan baru dalam akademis seperti mencoba jadi asisten suatu mata kuliah, kegiatan baru non-akademis berupa kepanitiaan baru atau pun organisasi, dan masih banyak lagi.

Namun, dari semua hal tersebut ada yang menarik perhatian saya yakni ada sebuah organisasi di kampus saya yang bisa dibilang kondisinya kurang baik, mungkin tepatnya kurang stabil. Organisasi ini mengajak saya untuk bergabung dan berkontribusi di sana. Awalnya saya ragu. Organisasi ini awalnya memang cukup terkenal di level kampus saya, bahkan sangat potensial. Namun karena memang kondisinya yang tidak stabil dan belum ada kepengurusan yang baik (IMHO), organisasi ini menjadi “hilang” dalam beberapa bulan terakhir.

Pada awalnya saya mengira kondisinya cukup parah. Dan setelah saya mencoba untuk mengikutinya lebih jauh, ternyata kondisinya lebih parah dari yang saya perkirakan.

Kalau boleh dibilang ini pengalaman pertama saya berkegiatan dimana “wadah” yang memfasilitasi saya berkegiatan tersebut kondisinya tidak stabil. Namun, justru karena kondisi seperti itulah maka saya berani untuk mencoba tantangan baru ini.

Saya yakin, sebuah tantangan yang besar tentunya membutuhkan usaha dan pengorbanan yang besar. Awalnya tidak mudah, tetapi bila kita mau berusaha dan berpegang teguh pada prinsip dan tujuan yang ingin dicapai saya yakin manfaat yang bisa kita dapat dan kita berikan kepada orang lain akan luar biasa. 🙂

Mendadak Hobi Baca (Curhat)

17/08/2011 2 comments

Taken from : google.com

Kata Orang, buku adalah teman. Teman yang tidak pernah mengeluh, teman yang tidak pernah meminta lebih, teman yang bisa diajak ngobrol setiap saat, dan masih banyak definisi menarik untuk sebuah buku.

Buku memang begitu menarik, dapat berisi apa saja mulai dari hal ringan hingga hal yang sangat berat. Selayaknya seorang teman, sebuah buku pun dapat membuat rasa “ingin” untuk terus “ngobrol” dan menghabiskan waktu bersama. Namun, ketika buku yang ingin dibaca begitu banyak mau tidak mau kita harus memilih yang mana harus dibaca terlebih dahulu. Atau bahkan memilih mana yang harus dibeli.

Saya sendiri, dari tuntutan sampingan sebagai mahasiswa IF “terpaksa” membuat membaca jadi hobi pribadi. Yah, walaupun masih merasa agak sulit untuk membaca buku bacaan ekstra di luar keprofesian saya. Kadang banyaknya tugas dan tanggung jawab yang menumpuk membuat saya harus menunda minat saya untuk mempelajari ilmu-ilmu di bidang sosial dan teknologi masa kini. Haha.

Yuk, Mari budayakan membaca. 🙂

Categories: Coretan Tags: , , , ,