Archive

Posts Tagged ‘25087’

Makin Ekstrim

12/10/2016 Leave a comment

Percayalah, belajar yang paling enak itu adalah sesuai kurikulum. Sudah ada track jelasnya, sudah ada jalurnya, sudah ada bahan apa saja yang mau dipelajari.

Ketika belajar sendiri, tanjakannya makin ekstrim. Ketika menghadapi berbagai hal, apalagi membangun tim yang independen, rasanya semua harus belajar semua. Di tahap awal pasti masih sulit untuk membagi jobdesk dari masing-masing. Semua pusing mempelajari ini itu. Belum lagi mencari bahannya, kadang tidak ketemu. Belum lagi kalau tidak tahu arahnya ke mana, akhirnya meniti jalan satu demi satu. Dan tantangan terbesarnya bukanlah waktu yang sedikit, malah mungkin lebih banyak ketimbang berkuliah. Tapi, dalam perjalanan ini yang paling chaos adalah ketika tidak disiplin belajar. Tidak konsisten menginvestasikan waktu untuk menambah ilmu baru setiap harinya. Alhasil, jadinya momentum turun, ilmu yang dipelajari tidak maksimal, seiring berjalannya waktu terlupa, dan jadi tidak diterapkan di kasus yang dihadapi.

Yah, memang sih yang paling ekstrim untuk belajar seiring bertambahnya umur adalah faktor self-disciplined.

Membagi Pikiran

12/10/2016 Leave a comment

Ketika begitu banyak pesan dan notifikasi yang masuk ke HP dan email, rasanya sangat pusing sekali. Kalau harus di-follow-up saat itu juga, bisa bahaya karena artinya merusak jadwal kerja yang telah dibuat dan agenda-agenda yang harusnya dibereskan. Tapi kalau tidak di-follow-up, bisa jadi malah akan lupa, tertumpuk, dan akhirnya menjadi sampah setelah sekian lama. Masih untung kalau begitu, lha kalau orangnya jadi kecewa karena ada komunikasi yang tidak direspon?

Mengakali hal ini, penulis mencoba sedikit mengadaptasi konsep “indirection layering”. Ya, ada yang bilang bahwa hampir segala masalah di urusan Computer Science bisa diselesaikan dengan “another layering of indirection”. Seperti untuk pemrosesan bahan di pabrik, pastinya ada bahan mentah, bahan setengah jadi, dan bahan jadi. Untuk di data, ada yang bersifat RAW, ada yang bersifat pre-proses, ada yang sifatnya view dan bisa langsung diakses dari front-end. Kemudian untuk data warehousing sendiri, terbagi menjadi layer transaksional yang menumpuk transaksi, juga layer analytical yang lebih memproses data-data yang terkumpul menjadi insight dan bisa digunakan untuk keperluan lain.

Dalam urusan mengelola komunikasi dan notifikasi, penulis membuat SOP pribadi ketika ada pesan atau pun notifikasi yang masuk, maka itu hanya akan dibaca saja. Maksudnya, hanya dilihat notifikasinya kemudian di-clear. Dengan melakukan ini, maka penulis akan mendapatkan seluruh insight dari notifikasi yang masuk. Setidaknya, penulis sudah memahami apa yang terjadi dan bisa mendapatkan abstraksi untuk membalasnya di waktu yang lebih senggang.

Setelah berjalan sekian lama dan telah memiliki waktu senggang, biasanya penulis mengalokasikan waktu sendiri mungkin sekitar 30 menit untuk membalas seluruh pesan yang masuk. Karena insight-nya sudah terekam di kepala, konsep pun juga sudah ada untuk membalas, jadi penulis bisa lebih cergas membalasnya. Dan juga, untuk membalas ini bisa lebih efisien karena fokus hanya di waktu yang dialokasikan tersebut.

Di era seperti ini, informasi yang masuk ke masing-masing dari kita sangat masif. Bila tidak mengolahnya dengan responsif, beresiko mengecewakan orang yang ingin berhubungan dengan kita. Namun, bila terlalu responsif mengolahnya, beresiko membunuh produktivitas karena membalas pesan butuh energi dan fokus.

Siapa tahu dari yang lewat di sini bisa mendapat insight. Atau mungkin ada yang mau membagikan metode lain?