Urbanisasi

29/07/2017 Leave a comment

Dari masa ke masa, urbanisasi selalu menjadi masalah utama manusia. Bahkan menurut Ibnu Khaldun, urbanisasi adalah fitur bawaan yang memiliki kepastian dalam menghancurkan peradaban. Baik peradaban kuno, modern, kafir, beriman, semua berlaku.

Dalam kasus Indonesia, tingkat urbanisasi paling parah terjadi di Jakarta. Semuanya saja pindah ke Jakarta, dan bercita-cita sukses di sana. Tidak salah memang, sukses harus dikejar.

Ketika memikirkan tentang ini, pada akhirnya kembali lagi ke definisi masing-masing. Apa sih yang dimaksud dengan sukses? Tiap orang pasti berbeda, termasuk tiap individu yang memilih menjadi kaum urban di Jakarta.

Andaikan mayoritas warga Jakarta berpikir hanya untuk kesuksesan pribadi, dan tidak terbesit untuk kembali membangun luar Jakarta, apakah Jakarta juga akan hancur seperti peradaban dalam sejarah?

Advertisements
Categories: Coretan Tags: , ,

Kyai Go Online

25/07/2017 Leave a comment

Belum lama ini di-mention ditanya oleh teman di diskusi FB perihal wadah diskusi dan debat tentang agama.

Penulis sendiri merasa berdiskusi dan berdebat tidak dilarang, bila hal tersebut berniat menambah ilmu. Namun, apa yang terjadi di internet saat ini justru malah jadi wadah peruncing pandangan. Bukannya malah saling menyelami pemikiran satu sama lain.

Bila dibuat wadah khusus, bukan kah malah akan sama saja? Tampaknya begitu.

Inisiatif yang diperlukan oleh orang islam di Indonesia saat ini adalah kembali dekat dengan orang berilmu. Bukan hanya dekat dengan akses ilmu. Banyak media berbasis salafi atau pergerakan puritan islam lainnya merilis kajian tentang agama. Ustadz mereka cukup baik pemahamannya, dan cukup rela meluangkan waktu membahas pertanyaan netizen. Apresiasi terhadap inovasi ini.

Lucunya, di level grassroot malah jadi perang saling menyalahkan. Kalangan puritan mengatakan kalau aliran berbasis sanad sebagai liberal, dan sebaliknya mengatakan radikal. Padahal di level guru antar aliran mah, sok we nyantai ngopi-ngopi.

Akses yang mudah terhadap ilmu ini, kadang membuat umat lupa bahwa akhlak adalah tujuan utama dari pemahaman agama. Rasul diutus untuk menyempurnakan akhlak. Bukan menjadi yang paling jago debat.

Kalau emang umat di netizen ini hormatnya pada gravitas para kyai dan ustadznya, mending jemput bola kali ya? Kita buat model Kyai go online gitu buat diskusi sama netizen. Mau ribut di internet, ga bakal berani paling pas gurunya ada depan mata.

Haha.

Categories: Coretan Tags: , ,

Menyiapkan Wadah

25/07/2017 Leave a comment

Kesempatan tidak datang dua kali. Sayang, ketika kesempatan datang belum tentu kita bisa sanggup menggapainya. Kita hanya bisa menyiapkan wadah. Terus menambah kapasitas, agar ketika kesempatan tersebut datang kita bisa menampung dan mengambil manfaatnya.

Sebagaimana orang islam diharuskan shalat dan tadarus, mungkin tidak lain karena realita mengenai kesempatan ini.

Categories: Coretan Tags: , ,

Konmari

24/07/2017 Leave a comment

Konmari, panggilan terkenal dari nama Marie Kondo. Konsultan bersih-bersih rumah kelas internasional. Doi juga penulis buku “The Life-Changing Magic of Tidying Up”.

Buku yang dikarang oleh Konmari ini bisa dipandang secara praktis, atau diilhami secara filosofis. Konmari mengajarkan bahwa membersihkan dan merapikan rumah adalah big project, bukan hal yang bisa dilakukan kecil-kecil. Artinya, di sini harus ada dedicated time yang cukup banyak dari waktu ke waktu. Dampak terhadap jiwa akan muncul setelah rutin dilakukan berbulan-bulan.

Penulis pernah membaca buku karangan Konmari, dan juga menghadiahkan kepada adik penulis. Harus diakui, penulis dulunya memiliki kamar yang kacau balau berantakannya. Kadang untuk berjalan saja sulit karena baju hasil laundry tidak dimasukkan ke lemari secara langsung dan terbiarkan.

Banyak review di internet menjelaskan metode Konmari ada pada mengumpulkan semua barang dalam satu waktu, kemudian dikategorisasi. Tapi, penulis merasa justru metode paling dalam dari yang diajarkan Konmari adalah pada “spark joy”. Doi menjelaskan bahwa setiap barang yang kita beli memiliki hubungan jiwa, perasaan senang atau sedih, juga harapan. Artinya, bila barang bertebaran dan berantakan ada masalah “mindfulness” dalam diri.

Merapikan kamar bisa menjadi terapi. Kamar yang berantakan bisa menjadi indikasi distraksi dan tidak komitmen terhadap hal yang sedang dilakukan. Setiap barang yang ada di kamar, juga memiliki kedekatan hubungan. Artinya bila barang-barang lama sampai rusak atau berjamur, terdapat cerminan adanya hubungan yang tidak terjaga dengan orang lain. Itu tentu tidak diinginkan. Bila tidak mungkin terus menjaga hubungan dekat, setidaknya jangan sampai jadi membusuk.

Cukup banyak yang bisa dipetik dengan mendalami “spark joy” ini dan mengagendakan waktu khusus untuk merapikan kamar sebagai terapi. Bahkan ketika sudah rapi, pasti di waktu khusus yang rutin diagendakan tersebut ada saja yang bisa dikerjakan, dirapikan, atau ditelaah ulang kesehatan hubungannya dengan si masing-masing benda. Perlu diakui setelah cukup lama menerapkan “spark joy” ini sebagai terapi, penulis lebih jarang telat, to-do list lebih banyak beres, hingga berat badan turun lumayan drastis. Tidur juga lebih nyenyak.

Memang sih ajaran dari Konmari ini tidak bisa diterapkan mentah-mentah. Banyak hal pada buku populer penjelasannya sangat korelatif, tapi tidak kausatif. Menarik untuk dipelajari, belum tentu bisa dipertanggungjawabkan.

Walaupun begitu, sebagai inspirasi kalau memang berhasil mengubah hidup ga ada salahnya kan?

Categories: Coretan Tags: , ,

Linkin Park

24/07/2017 Leave a comment

Chester Bennington, lead vokalis dari LP bunuh diri. Berita beberapa hari yang lalu. Cukup banyak anak-anak 90an mengungkapkan kesedihan di media sosial.

Ketika SD, bisa teriak-teriak nyanyiin lagu dari album Meteora itu terlihat keren. Ketika SMP, masa puber berhasil dihibur oleh lagu-lagu LP. Ketika SMA, lagu LP jadi kenangan dan teman belajar. Ketika kuliah, depresi menghadapi ujian, tugas, dan percintaan sangat tergambarkan dari lirik-lirik lagu band ini.

Pak Chester yang berhasil menemani anak-anak 90an telah berpulang duluan dengan cara yang tragis. Mungkin banyak anak-anak generasi ini yang telah tertolong, khususnya yang depresi. Sayang, itikad menolong generasi depresi yang dimanifestasi lewat lagu ini tidak bisa menghilangkan depresi si Bapak.

You can’t be your own doctor, sorry we are taking you for granted.

Categories: Coretan Tags: , ,

Restoran

23/07/2017 Leave a comment

Sedih melihat tempat makan yang dulu menyenangkan, sekarang terlihat hidup segan mati tak mau.

Bisnis restoran memang sadis. Entah siapa pun yang bilang, katanya restoran yang setelah dua tahun tidak bisa membuat inovasi baru dari jenis makanan atau perubahan tempat, akan mati. Kecuali restoran yang rasanya memang valid dan tidak bisa sembarang ditiru baik dari rasa, atau pun rantai suplai dan distribusinya.

Mengambil pelajaran dari ini, pilihannya hanya dua. Harus kuat dan tidak bisa digoyang, atau terus berinovasi dalam menu dan manajemen. Bukan pilihan yang mudah memang.

Apa boleh buat, makanan jadi jenis industri yang over supply sih ya.

Categories: Coretan Tags: , ,

Takwa

23/07/2017 Leave a comment

Fattaqullaha mastatha’tum.

Begitulah yang penulis ingat, salah satu kalimat dari wali asrama di SMA/MAN dahulu. Bertakwa semampu kita, adalah perintah yang diberikan Allah kepada seorang muslim di surat At-Taghabun. Kita diperintahkan untuk bertakwa semampunya, bukan menjalankan semua perintah dan menjauhi segala larangannya.

Pak Oji di asrama dulu mengajarkan, kalau level ibadah kita terlalu mudah akan membahayakan kepada stagnansi diri. Di sisi lain, ketika kita merasa ibadah yang kita lakukan terlalu berat maka akan menyebabkan diri ini kecewa dan jauh dari Allah perlahan. Tidak menjadi hanya islam KTP, tapi tidak perlu juga memaksakan diri shalat dan berdoa seperti para ulama bila shalat dhuha saja belum biasa.

Semampunya saja, tapi jangan juga semaunya.

Categories: Coretan Tags: , ,