Takwa

23/07/2017 Leave a comment

Fattaqullaha mastatha’tum.

Begitulah yang penulis ingat, salah satu kalimat dari wali asrama di SMA/MAN dahulu. Bertakwa semampu kita, adalah perintah yang diberikan Allah kepada seorang muslim di surat At-Taghabun. Kita diperintahkan untuk bertakwa semampunya, bukan menjalankan semua perintah dan menjauhi segala larangannya.

Pak Oji di asrama dulu mengajarkan, kalau level ibadah kita terlalu mudah akan membahayakan kepada stagnansi diri. Di sisi lain, ketika kita merasa ibadah yang kita lakukan terlalu berat maka akan menyebabkan diri ini kecewa dan jauh dari Allah perlahan. Tidak menjadi hanya islam KTP, tapi tidak perlu juga memaksakan diri shalat dan berdoa seperti para ulama bila shalat dhuha saja belum biasa.

Semampunya saja, tapi jangan juga semaunya.

Categories: Coretan Tags: , ,

Distraksi

22/07/2017 Leave a comment

Penulis lama ini berdiskusi dengan mentor untuk mendapatkan pandangan mengenai distraksi yang terlalu besar pada era ini. Buka laptop, notifikasi email terasa seperti suara tembakan. Buka HP, notifikasi muncul seperti machine gun.

Bukan salah kemajuan arus informasinya. Ada salah pada manusianya. Dulu teringat di era 90an, ketika SD, masih bisa dengan mudah menghafal atau mengerjakan PR. Makin sekarang, anak SD sudah megang HP dan nilainya bagus, tapi sudah tidak ingat jawaban PR yang baru saja dikumpulkan pagi harinya.

Masalah ADHD yang langka di era itu, seakan lebih dari setengah milenial punya indikasinya. Generasi ini makin kaya dengan informasi dan pengetahuan, tapi lemah dengan komitmen. Banyak hal diketahui dan dikuasai, tapi tidak ada dampaknya. Beberapa kawan penulis bahkan ada yang sampai tidak percaya diri, padahal sangat cerdas, dan memilih medikasi dengan obah yang entah apa pun itu demi tidak terdistraksi.

Kecenderungan memiliki informasi melimpah, membuat generasi ini meloncat ke hal yang menurutnya lebih menarik. Bagus bagi individu, menyebabkan inflasi melangit. Ketimpangan kesempatan, menurunya nilai riil walaupun upah melimpah. Alhasil kebutuhan dasar seperti rumah dan makanan menjadi menyiksa bagi warga kota.

Apa perlu generasi milenial ini didorong latihan musik atau meditasi untuk belajar tidak terdistraksi ya?

Perlu Skeptis

22/07/2017 Leave a comment

Di satu sisi kita perlu untuk meyakini apa pun, sehingga bisa maju.

Di satu sisi kita perlu untuk meragukan apa pun, agar terus maju.

Berdampingan keduanya.

Menyambut Era Anarkis

21/07/2017 Leave a comment

Berita dalam 1-2 tahun terakhir, selalu heboh dengan isu yang kontroversial. Dari zaman batu sampai sekarang, akal manusia memang akan selalu tergelitik dengan hal yang membuat berbeda. Munculnya konsep kelangkaan, barang mewah, hingga persepsi cantik pun awalnya karena akal yang mudah tergelitik ini.

Bila berita kontroversial makin hari adalah tentang startup, industri kreatif, kebebasan berpendapat, toleransi, hingga feminisme, artinya dunia sedang ada dalam tren menuju chaos. Plato menjelaskan dalam bukunya “The Republic” bahwa struktur koloni sosial, pemerintahan, akan selalu silih berganti antara otoriter dan anarki.

Pada era Warring States China semua warga di sana mengimpikan adanya pemimpin tangan besi absolut, di era sekarang tren pemimpin adalah yang populis dan berani menjalankan tujuannya secara fokus walaupun kontroversial. Berlaku di politik dunia, juga Indonesia.

Bapak Jokowi adalah manifestasi yang menarik akan ini. Potret ideal era kini bagi saya. Walaupun golput saat pemilu. Pemimpin selalu mencerminkan mimpi umatnya, dan Jokowi adalah “Mockingjay” Indonesia saat ini. Bodo amat isu ribut, kawan dan lawan politik berantem, yang penting kerja bangun pinggiran.

Kerja. Kerja. Kerja. Entah kenapa sekarang penulis jadi suka dengan jargon inspirasi tersebut, terlepas revolusi mental yang pepesan kosong. Yah, sekedar celotehan ga penting sih.

Mari menyambut era baru!

Categories: Coretan Tags: , ,

Radikal

21/07/2017 Leave a comment

Radikal secara definisi memiliki makna mengakar, dari asal kata “radik”.

Artinya, radikal adalah sesuatu yang baik. Seseorang yang radikal harusnya didefinisikan sebagai seseorang yang teguh dalam pendiriannya, dan memiliki akar pemahaman yang kuat. Bukan sebagai hanya teguh, tapi mengikuti keyakinan secara buta tanpa akar pemahaman yang kuat.

Biasanya, yang buta seperti ini ketika digoyang dan berhasil bergeser akan menjadi radikal di sisi pemahaman lain. Betul-betul meninggalkan sisi pemahamannya yang dulu. Hal-hal seperti ini, menjadikan perubahan yang mendadak kentara, hingga terasa ekstrem.

Rusaklah makna radikal yang baik secara asal kata dan bahasa, diakibatkan orang-orang buta.

Ckckck.

Categories: Coretan Tags: , ,

Sulitnya Disiplin Fokus

20/07/2017 Leave a comment

Katanya para ahli, kunci disiplin adalah fokus. Artinya, ketika ada ratusan task yg menunggu kita, hanya boleh memilih satu dan tidak menggantinya hingga task tersebut beres apa pun yang terjadi.

Pilihan menahan diri tersebut, secara teori akan membuat 99 yang lain akan ikut beres dengan sendirinya satu per satu. Justru kalau asal pilih gonta-ganti, ga akan ada yang beres. Dari sana ketika fokus ke satu hal, 99 yang lain akan ikut menjadi pendukung dan katalis atas satu hal yang sedang dikerjakan.

Berusaha fokus kok berat ya?

Categories: Coretan Tags: , ,

Mengatur Lemari

20/07/2017 Leave a comment

Kalau ada tumpukan baju hasil cucian atau laundry, apakah ditumpuk di paling atas? Atau di paling bawah?

Ketika akan memilih baju, apakah diambil yang posisinya paling atas? Atau dari paling bawah?

Rasanya malas memang memasukkan hasil cucian atau laundry ke tumpukan paling bawah, perlu usaha lebih untuk mengangkat lebih dulu tumpukan yang ada di atasnya. Begitu pula ketika mengambil baju, asumsikan baju yg paling baru ditumpuk di paling atas, akan sangat malas untuk mengambil baju yang posisinya paling bawah.

Mungkin itu cerminan kehidupan kali ya. Hal-hal yang selalu kita urus adalah yang paling baru datangnya ke kita. Usaha untuk mengutamakan yang datang lebih dulu sering dilupakan posisinya karena ada yang lebih menarik. 

Kalau baju yang paling bawah bisa berjamur, atau dimakan serangga, bagaimana dalam mengatur tugas-tugas dalam hidup?

Categories: Coretan Tags: , ,