Flexitime

Flexitime, sistem kerja di mana orang boleh menentukan sendiri jam kerjanya asalkan total hours dalam tiap bulan terpenuhi. Sistem ini kadang menjadi senjata yang betul-betul ampuh, kadang menjadi senjata makan tuan yang merusak perusahaan. Setidaknya, ini lebih masuk akal dibanding mindset “asal kerjaan beres” yang lebih banyak disalahgunakan dalam prakteknya.

Masihkah sistem presensi dengan fixed time relevan di era industri saat ini yang lebih menuntut progres cepat dari hari ke hari?

Advertisements

Target 30 Jam

Setelah berhasil menurunkan kolesterol lumayan drastis (dari 240 ke 129), sekarang ini muncul tantangan menjaga tidak naik. Ada sih metodenya, olahraga kardio dengan target waktu 30 jam sebulan. Hanya saja, bulan Ramadhan ini jadi tantangan karena manajemen cairan tubuhnya lebih sulit dibanding saat tidak puasa.

Apakah kamu tetap berolahraga di bulan Ramadhan?

Apa yang Ditakutkan Pemerintah?

Ketika ada dua pilihan antara: (1) Harus datang kerja jam 8-17 gak ngapa-ngapin, dengan (2) Gak perlu datang yang penting task beres dan tiap hari ada report, kamu pilih yang mana? Jelas, kebanyakan orang yang memahami efektivitas dan efisiensi pasti memilih yang kedua. Sedangkan, hal ini tidak berlaku di pemerintah karena mereka lebih memilih ada anak buah yang standby untuk bantu ini-itu dibanding kerjaan beres.

Apa sebenarnya masalah skema kerja pemerintah yang seakan “fear of losing control” dan menyebabkan banyaknya kemerosotan kinerja secara kronis?

Seperti ke Kyai

Selama 2-3 tahun ini serius menjalankan kerjaan sebagai entrepreneur (yang semoga sudah tidak gadungan), keberadaan mentor adalah hal yang esensial. Kebetulan, alhmdulillah saat ini mendapat beberapa mentor yang selalu meluangkan waktu khususnya tiap minggu untuk beradu pikiran dan saling melihat sisi pandangan yang menjadi blindspot. Jujur saja, perkembangan tim justru semakin tegas dengan adanya mentor yang mengutamakan kedisiplinan seperti ini dibanding yang sekenanya atau sesekali meskipun punya profil wah.

Seperti ke Pak Kyai yang tidak selalu mendapat ajaran doa pamungkas, yang penting serius dulu meluangkan waktu khusus untuk belajar.

Ciskek

Nama aslinya cheese cake, di-Indonesia-kan secara seenak jidat. Kepikiran nulis ini karena di tempat meeting sore tadi, ada toko ciskek baru buka. Dan yang membuat tergelitik, mereka ini fokus menjadi supplier ke kafe-kafe di Bandung sambil melayani pesanan personal via japri.

Senang juga melihat kenalan terus berkembang, lumayan sekarang ada link untuk suplai ciskek.

Oats dan Madu

Walaupun selalu terbangun di jam sahur, rasanya tetap saja mager untuk memasukkan makanan di waktu dini hari. Sampai kemarin, Ibu telpon dan memberi nasihat agar ingat bahwa ada sunnah di dalam sahur. Betul sih, dampak yang terasa saat sahur itu lebih ke aspek semangatnya dibanding mengisi makanan.

Semoga kita selalu menjadi orang-orang yang bahagia dan semangat di bulan Ramadhan sampai akhir, khususnya penulis dengan oats dan madu yang baru dibeli.