Distraksi

Penulis lama ini berdiskusi dengan mentor untuk mendapatkan pandangan mengenai distraksi yang terlalu besar pada era ini. Buka laptop, notifikasi email terasa seperti suara tembakan. Buka HP, notifikasi muncul seperti machine gun.

Bukan salah kemajuan arus informasinya. Ada salah pada manusianya. Dulu teringat di era 90an, ketika SD, masih bisa dengan mudah menghafal atau mengerjakan PR. Makin sekarang, anak SD sudah megang HP dan nilainya bagus, tapi sudah tidak ingat jawaban PR yang baru saja dikumpulkan pagi harinya.

Masalah ADHD yang langka di era itu, seakan lebih dari setengah milenial punya indikasinya. Generasi ini makin kaya dengan informasi dan pengetahuan, tapi lemah dengan komitmen. Banyak hal diketahui dan dikuasai, tapi tidak ada dampaknya. Beberapa kawan penulis bahkan ada yang sampai tidak percaya diri, padahal sangat cerdas, dan memilih medikasi dengan obah yang entah apa pun itu demi tidak terdistraksi.

Kecenderungan memiliki informasi melimpah, membuat generasi ini meloncat ke hal yang menurutnya lebih menarik. Bagus bagi individu, menyebabkan inflasi melangit. Ketimpangan kesempatan, menurunya nilai riil walaupun upah melimpah. Alhasil kebutuhan dasar seperti rumah dan makanan menjadi menyiksa bagi warga kota.

Apa perlu generasi milenial ini didorong latihan musik atau meditasi untuk belajar tidak terdistraksi ya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s