Menyambut Era Anarkis

Berita dalam 1-2 tahun terakhir, selalu heboh dengan isu yang kontroversial. Dari zaman batu sampai sekarang, akal manusia memang akan selalu tergelitik dengan hal yang membuat berbeda. Munculnya konsep kelangkaan, barang mewah, hingga persepsi cantik pun awalnya karena akal yang mudah tergelitik ini.

Bila berita kontroversial makin hari adalah tentang startup, industri kreatif, kebebasan berpendapat, toleransi, hingga feminisme, artinya dunia sedang ada dalam tren menuju chaos. Plato menjelaskan dalam bukunya “The Republic” bahwa struktur koloni sosial, pemerintahan, akan selalu silih berganti antara otoriter dan anarki.

Pada era Warring States China semua warga di sana mengimpikan adanya pemimpin tangan besi absolut, di era sekarang tren pemimpin adalah yang populis dan berani menjalankan tujuannya secara fokus walaupun kontroversial. Berlaku di politik dunia, juga Indonesia.

Bapak Jokowi adalah manifestasi yang menarik akan ini. Potret ideal era kini bagi saya. Walaupun golput saat pemilu. Pemimpin selalu mencerminkan mimpi umatnya, dan Jokowi adalah “Mockingjay” Indonesia saat ini. Bodo amat isu ribut, kawan dan lawan politik berantem, yang penting kerja bangun pinggiran.

Kerja. Kerja. Kerja. Entah kenapa sekarang penulis jadi suka dengan jargon inspirasi tersebut, terlepas revolusi mental yang pepesan kosong. Yah, sekedar celotehan ga penting sih.

Mari menyambut era baru!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s