Home > Coretan > Asah Pisau

Asah Pisau

Setiap waktu dari hidup selayaknya digunakan untuk belajar. Ya, ngomong memang gampang. Tapi, pelaksanannya sulit bukan main.

Ketika sudah mengambil jalan masing-masing di dalam karir, suasana belajar jadi semakin liar. Seperti pada tulisan sebelumnya, semua jadi harus belajar semua. Artinya tidak ada lagi path yang betul-betul tegas selayaknya kurikulum dalam dunia akademik. Untuk menyiasati ini pun, kadang juga bingung bila tidak benar-benar memahami dan komitmen terhadap suatu hal.

Dan juga, sepertinya di era informasi seperti sekarang segala hal sudah ada dan bisa dipelajari. Buku sudah semakin banyak yang bisa dibaca dan diunduh. Artikel semakin banyak bisa dipelajari dengan gratis. Berita? Hampir tiap detik situs berita di seluruh dunia melakukan update berita. Artinya ilmu sudah banyak sekali dimana-mana dan semua orang memiliki kesempatan belajar yang cukup sama bila mau.

Lalu, apakah itu semua harus dipelajari? Memiliki umur 200 tahun pun belum tentu sempat mempelajari itu semua. Makin banyak tahu, rasanya makin melihat bahwa kita saat ini bukan apa-apa, tidak bisa mempelajari semuanya, dan terbatas pengetahuannya. Betul apa yang diajarkan dalam Al-Quran bahwa ilmu manusia hanya setetes dari seluruh air yang ada di lautan. Itu pun bila bisa menghabiskan seluruh air di lautan, maka ilmu Allah adalah sebanyak lautan lagi. Artinya umur berapa pun tidak akan sanggup memahami apa isi alam semesta ini.

Yah, kita hanya bisa mengasah ketajaman pisau kita masing-masing.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: