Home > Coretan > Membagi Pikiran

Membagi Pikiran

Ketika begitu banyak pesan dan notifikasi yang masuk ke HP dan email, rasanya sangat pusing sekali. Kalau harus di-follow-up saat itu juga, bisa bahaya karena artinya merusak jadwal kerja yang telah dibuat dan agenda-agenda yang harusnya dibereskan. Tapi kalau tidak di-follow-up, bisa jadi malah akan lupa, tertumpuk, dan akhirnya menjadi sampah setelah sekian lama. Masih untung kalau begitu, lha kalau orangnya jadi kecewa karena ada komunikasi yang tidak direspon?

Mengakali hal ini, penulis mencoba sedikit mengadaptasi konsep “indirection layering”. Ya, ada yang bilang bahwa hampir segala masalah di urusan Computer Science bisa diselesaikan dengan “another layering of indirection”. Seperti untuk pemrosesan bahan di pabrik, pastinya ada bahan mentah, bahan setengah jadi, dan bahan jadi. Untuk di data, ada yang bersifat RAW, ada yang bersifat pre-proses, ada yang sifatnya view dan bisa langsung diakses dari front-end. Kemudian untuk data warehousing sendiri, terbagi menjadi layer transaksional yang menumpuk transaksi, juga layer analytical yang lebih memproses data-data yang terkumpul menjadi insight dan bisa digunakan untuk keperluan lain.

Dalam urusan mengelola komunikasi dan notifikasi, penulis membuat SOP pribadi ketika ada pesan atau pun notifikasi yang masuk, maka itu hanya akan dibaca saja. Maksudnya, hanya dilihat notifikasinya kemudian di-clear. Dengan melakukan ini, maka penulis akan mendapatkan seluruh insight dari notifikasi yang masuk. Setidaknya, penulis sudah memahami apa yang terjadi dan bisa mendapatkan abstraksi untuk membalasnya di waktu yang lebih senggang.

Setelah berjalan sekian lama dan telah memiliki waktu senggang, biasanya penulis mengalokasikan waktu sendiri mungkin sekitar 30 menit untuk membalas seluruh pesan yang masuk. Karena insight-nya sudah terekam di kepala, konsep pun juga sudah ada untuk membalas, jadi penulis bisa lebih cergas membalasnya. Dan juga, untuk membalas ini bisa lebih efisien karena fokus hanya di waktu yang dialokasikan tersebut.

Di era seperti ini, informasi yang masuk ke masing-masing dari kita sangat masif. Bila tidak mengolahnya dengan responsif, beresiko mengecewakan orang yang ingin berhubungan dengan kita. Namun, bila terlalu responsif mengolahnya, beresiko membunuh produktivitas karena membalas pesan butuh energi dan fokus.

Siapa tahu dari yang lewat di sini bisa mendapat insight. Atau mungkin ada yang mau membagikan metode lain?

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: