Home > Coretan > Bercandaan Bawah Perut

Bercandaan Bawah Perut

“Wanita diuji ketika lelaki tidak memiliki apa-apa. Lelaki diuji ketika wanita tidak memakai apa-apa,” kata kolega penulis.

Ya, bercandaan dewasa. Sejak remaja, kita sering bercanda dengan candaan dewasa yang menyinggung tentang bagian bawah perut. Tidak masalah sih, dulunya penulis mengira bahwa candaan dewasa muncul karena peralihan antara masa kanak-kanak ke remaja. Hal-hal yang bersifat baru kan biasanya menjadi candaan.

Tapi kok lucunya, semakin penulis punya kolega dewasa (di atas 30 tahun), ternyata bercandaannya semakin menjadi-jadi. Dan kadang tidak pakai filter lagi seperti ketika bercanda saat remaja. Bapak-bapak yang dulunya dikira penulis berwibawa waktu remaja, saat bercanda ternyata malah lebih nakal dari teman penulis yang paling nakal dalam bercanda waktu remaja.

Entah ya, mungkin memang pada dasarnya manusia suka bercanda.

Hahahahaha.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: