Home > Coretan > Quarterlife Crisis

Quarterlife Crisis

Quarterlife crisis katanya adalah periode yang dialami manusia pada rentang umur dua puluhan, hingga tiga puluhan. Rasa yang dialami seseorang ketika mulai ragu tentang hidupnya, merasa stress menjadi dewasa dan harus menjalani hidup di atas kaki sendiri dan sering dilengkapi dengan kehilangan arah.

Krisis ini katanya juga sering dialami seseorang ketika menginjak umur 25 tahun. Bahkan, Benjamin Franklin mengatakan bahwa “Some people die at 25 and aren’t buried until 75”. Betulkah seperti itu?

Mungkin iya, mungkin tidak. Tapi memang wajar, ketika merasakan shock yang begitu berat dalam hidup, dihadapkan kepada dua pilihan. Pilihan pertama adalah terus pasrah dan tidak melakukan apa-apa. Sedangkan pilihan kedua, adalah terus maju selangkah demi selangkah, kembali lagi merangkai apa hal yang paling penting dalam hidup dan terus berjalan.

Semoga kita selalu bisa menjadi golongan yang terus berjalan.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: