Home > Coretan > “Breadth” atau “Depth”?

“Breadth” atau “Depth”?

BFS DFS

Ketika mengerjakan sesuatu, pastinya kita selalu dihadapkan dengan pembagian task. Apalagi bila berada di dalam tim. Misal, terdapat sepuluh tugas yang harus dikerjakan untuk membangun sebuah sistem informasi. Dalam tugas-tugas tersebut, tentunya terbagi menjadi berbagai tingkatan. Misal dalam sebuah sistem pasti ada analisis, ada perancangan, ada development, ada testing, dan seterusnya.

Pertanyaannya, bagaimana membagi pengerjaannya agar selesai dengan baik? Apakah mengerjakan suatu fitur mulai dari tahapan analisis hingga testing kemudian dilanjutkan fitur berikutnya? Atau menyelesaikan lebih dulu seluruh tahapan analisis, kemudian seluruh tahapan perancangan, hingga testing?

Efektifitas metodenya sudah pasti akan tergantung dengan kasusnya. Namun, kok rasanya di era sekarang cara pengerjaan yang depth lebih bisa menjawab ekspektasi ya?

Siapa yang tahu?

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: