Home > Coretan > Kekuatan “Yes” dalam Hidup

Kekuatan “Yes” dalam Hidup

poweryes_post

One day, chance took charge, though I didn’t know it right away. I said yes to a lunch invite that I normally would have blown off. In conversation over the hour, my friend invited me on a trip to Cape Cod for the weekend—something I would’ve normally turned down—and I accepted the invite. Two yeses in a row. And those two yeses turned into a dozen, and then a hundred, and then a thousand.

What I learned that day was the power of saying yes. If you stick to a uniform schedule, both at work and outside of it, you’ll run into the same situations every day. You won’t experience anything new, and you won’t open up your life to the wonders of chance.

Sumber: http://www.fastcompany.com/3047018/how-to-be-a-success-at-everything/how-the-most-successful-creatives-create-their-own-luck

Satu kata “ya” dalam menerima sebuah ajakan, dapat mengantarkan ke berbagai hal yang tidak terduga. Sebetulnya saya tidak begitu percaya akan hal ini. Tapi kok sepertinya ada benarnya juga ya. Kalau diingat lagi dahulu saya berada di lingkungan dan kondisi dengan stereotip anak SO. Kerjaannya belajar, belajar, dan belajar. Dahulu waktu di SMA saya lebih sering mengurus untuk olimpiade sains daripada bermain dan menikmati perkembangan diri menuju fase dewasa.

Namun, semua berubah ketika saya masuk ITB dan mengatakan cukup satu “ya” pada sebuah malam. Waktu itu, ketika bulan-bulan pertama di ITB saya masih bingung mencari tahu apa yang ingin dilakukan selama di kampus. Seperti tipikal anak SO kebanyakan, saya belajar dari hari ke hari menghadapi UTS yang akan datang. Hal ini berlangsung hingga seorang senior memanggil saya di depan CC Barat.

Tidak biasanya saya waktu itu pulang lewat waktu maghrib. Saya dipanggil senior saya di SMA (yang setelah itu saya tahu dia sangat eksis dan punya jabatan bagus ketika tingkat dua) untuk ikut kumpul-kumpul. Tentu saja saya mengiyakan untuk menghormati senior saya tersebut. Di kumpul itu, saya diajak untuk mengurus acara besar dua tahunan di ITB, yaitu ITB Fair. Saya langsung diminta untuk mengurus pre-event dari acara ITB Fair. Hal ini artinya saya diminta untuk mengurusi rangkaian-rangkaian acara dari yang kecil hingga cukup besar sebelum acara utama berjalan.

Saya yang dulunya berorganisasi hanya untuk bersenang-senang, merasa amanah ini merepotkan. Namun, saya jalankan karena ya namanya amanah. Dan tanpa sadar, dalam hitungan kurang dari satu semester terjebak mengurus ITB Fair, saya diminta bantuan menjadi Kepala Divisi Akomodasi untuk acara Edufantasi (kerja sama ITB Fair dan Dufan). Suatu hal yang waktu itu membuat saya yang tipikalnya anak SO menjadi tidak nyaman.

Masuk ke tingkat dua, saya ditarik untuk masuk ke suatu divisi yang paling eksis di himpunan jurusan saya. Katanya sih pejabat kampus banyak ditelurkan dari divisi ini. Dan dalam waktu tidak lama, saya pun ternyata diminta menjadi Kadiv di suatu acara besar juga waktu itu dengan notabene saya yang masih awal tingkat dua.

Hal-hal terkait organisasi pun hanya dalam waktu satu tahun akhirnya menjadi zona nyaman bagi saya. Dan satu “ya” pun semakin lama menjadikan pengalaman, peluang, dan portofolio saya mengurusi organisasi seperti bola salju yang bergulir. Hingga akhirnya semakin lama lingkup dan beban yang diamanahkan kepada saya semakin tidak masuk akal bila melihat titik awal saya di ITB sebagai anak yang sangat-sangat berorientasi hanya kepada pelajaran.

Saya sendiri merasa lucu kalau mengingat hal ini. Satu “ya” dapat mengantarkan kita kepada banyak sekali kebaikan. Namun, hal ini juga membuat saya ngeri. Artinya satu “ya” pun dapat mengantarkan kita kepada keburukan yang bergulir selayaknya bola salju. Dan kadang, satu “ya” itu tidak akan pernah kita ketahui baik dan buruknya.

Semoga Allah melindungi kita semua agar “ya” yang kita berikan selalu menjadi bola salju kebaikan.

Categories: Coretan Tags: , , , , ,
  1. 27/10/2015 at 15:42

    Aku suka istilah “bola salju kebaikan”nya kak🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: