Home > Coretan > Makin Tidak Tahu

Makin Tidak Tahu

padi

Semakin kita belajar, semakin kita tidak tahu. Padi semakin berisi, semakin merunduk.

Peribahasa atau pun pesan tersebut rasanya sudah didengungkan sejak kecil. Hampir semua dari kita mungkin pasti memahami maknanya. Namun, berat rasanya setelah mengetahui bahwa pengetahuan yang kita miliki hanya sedikit. Semakin belajar, semakin tahu bahwa kita tidak tahu. Semakin yakin bahwa ilmu yang dimiliki-Nya di semesta ini tidak terbatas, sedangkan pengetahuan kita sangat terbatas. Kalau pun memiliki kesempatan untuk belajar, tentu umur kita sangat terbatas untuk mempelajari segala hal.

Hal ini betul-betul dirasakan ketika saya dan tim iseng membuat tim developer (yang motif utamanya bereksperimen). Di dalam tim ini, kami melakukan validasi terhadap skema kerja dan pertumbuhan tim dengan cara mendata apa pun yang dilakukan dengan durasi yang dibutuhkan untuk masing-masing kegiatannya. Menarik juga apa yang ditemui. Data sejauh ini yang direkap bersamaan dengan keberjalanan tim menunjukkan bahwa jam kerja kami sebagai orang Indonesia hanya efektif sebanyak 3-5 jam per harinya dari waktu optimal sebanyak 8 jam setiap harinya.

Dari pengumpulan data dan validasi skema kerja tim juga kami merasakan bahwa kemampuan kami sangat terbatas. Boro-boro mencapai 10.000 jam untuk menjadi seorah ahli atau profesional dalam bidang, mencapai waktu optimal dalam bekerja seharinya saja hanya 3-5 jam. Itu pun belum tentu dalam 3-5 jam tersebut semuanya dipakai untuk menyelesaikan kasus di bidang terkait atau meningkatkan kemampuan.

Ketika durasi tersebut perlahan ditambah, ada ketidaknyamanan dari perubahan cara kerja yang dilakukan tanpa sadar selama ini. Betul memang bahwa di era sekarang jam kerja tidak relevan. Perusahaan atau pun instansi lebih berorientasi kepada target atau hasil. Silakan gunakan jam kerja berapa lama pun, asal pekerjaan selesai sesuai target. Namun, di sisi lain ada rasa ngeri bahwa saat ini pertumbuhan kemampuan yang merupakan bentuk lebih detil dari realisasi mengejar cita-cita tenyata di bawah standar. Jangankan mengejar level dunia, untuk level lokal saja ada kengerian bahwa kemampuan kami mungkin berada di bawah standar industri.

Saya pribadi yakin bahwa di balik proses yang baik, pasti akan ada hasil yang baik. Dan ketika target tecapai namun proses tidak diperhatikan, bisa jadi proses yang dilakukan tidak baik dan manfaatnya hanya sesaat. Yah, walaupun memang sulit sih untuk mengejar proses dan hasil sekaligus ketika berada pada deadline yang tidak terantisipasi dengan baik.

Mungkin karena itu ya umat islam diajarkan dan diingatkan oleh-Nya melalui surat Al-Ashr (tentang waktu).

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang merugi.

Categories: Coretan Tags: , , , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: