Home > Coretan > Angkot dan Penumpangnya

Angkot dan Penumpangnya

angkot bandung

Angkot adalah kendaraan umum paling favorit di kota Bandung. Berbeda dengan Jakarta yang membuat kita merasa jadi tempe ketika naik angkot. Di kota Bandung, angkot dapat menjangkau hampir seluruh daerah hingga ke pinggiran kota. Selain itu, angkot juga mudah diakses walaupun kadang jalurnya berputar-putar dan tidak efisien.

Namun, di samping favoritnya angkot sebagai transportasi umum di Kota Bandung ada hal yang selalu menarik dan dirasakan setiap naik angkot. Supir angkot selalu tertekan setiap harinya dengan sistem setoran. Sehingga, ketika para supir angkot ini narik mereka akan lebih fokus kepada bagaimana supaya bisa balik modal dan membawa rezeki pulang ke rumah sehingga dapur bisa ngebul. Di sisi lain, penumpang selalu merasa bahwa kadang harga angkot tidak standar. Seringkali ketika jaraknya dekat, seakan diminta membayar seperti berjalan dari terminal ke terminal. Dan hal ini sepertinya selalu dirasakan bagi setiap supir dan penumpang ketika naik angkot.

Mengapa ya, para penumpang bukannya mencoba bertanya kepada para supir angkot mengapa harganya mahal untuk jarak yang ditempuh? Mengapa ya, para supir angkot hanya membentak “kurang, Mas!” kepada penumpang dan gak menjelaskan saja bila yang dibayarkan sejumlah itu oleh penumpang maka tidak akan balik modal untuk setoran?

Selalu ya ada hal di dunia in yang bisa selesai hanya dengan ngobrol, tapi terus menerus dibiarkan.

Categories: Coretan Tags: , , , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: