Home > Coretan > Kelulusan Mahasiswa ITB

Kelulusan Mahasiswa ITB

wisuda

Setiap tahunnya, ITB mengadakan wisuda sebanyak tiga kali dalam setahun (Oktober-April-Juli). Dan masa studi maksimal seorang mahasiswa di ITB adalah tepat enam tahun. Sehingga, setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk memilih satu dari 13 opsi wisuda yang ada. Terhitung mulai dari Juli pada tahun wisudanya (setelah tepat empat tahun), hingga periode Oktober pada tahun keenamnya di ITB.

Ada hal menarik dari karakteristik anak-anak ITB yang wisuda pada setiap periodenya. Berikut adalah pola yang saya amati:

Periode Juli Angkatannya

Periode ini merupakan periode bagi anak-anak ambisius. Atau memiliki dorongan yang menyebabkan harus wisuda pada kesempatan pertama yang tersedia. Para mahasiswa ITB yang lulus pada periode ini adalah yang selalu maju dengan full throttle dalam setiap kesempatan.

Periode Oktober Angkatannya

Periode ini adalah periode bagi para mahasiswa normal. Jumlah terbanyak dari suatu angkatan yang ditemui hampir di semua jurusan adalah lulus pada periode Oktober tahun keempat. Biasanya anak-anak yang lulus pada periode ini adalah anak-anak yang konsisten dalam studinya. Waktu kuliah dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kuliah, dan waktu untuk mengerjakan tugas akhir dimanfaatkan untuk mengerjakan tugas akhir.

Periode April Angkatannya

Periode April terkenal sebagai periode bagi para aktivis teladan di ITB. Para aktivis di ITB biasanya menambah masa kuliah sebanyak satu semester untuk memaksimalkan pembelajaran di kampus. Biasanya, ada yang aktif di kemahasiswaan terpusat, ada juga yang menambah masa bakti di himpunan, atau sekedar menambah waktu studi karena masih ingin santai di kampus. Walaupun biasanya periode April ini tidak seramai Juli dan Oktober, tapi periode ini cukup menarik. Biasanya anak-anak eksis dan pemimpin kampus wisuda pada periode ini.

Periode Juli Tambah Setahun

Pada periode Juli ini, biasanya periode bagi mahasiswa ITB yang kepeleset. Kepeleset dalam artian memang tidak begitu mulus dalam kegiatan akademik seperti mengulang satu-dua mata kuliah. Pada periode ini cukup banyak juga aktivis dan mahasiswa normal yang membutuhkan perjuangan lebih dari yang lain.

Periode Oktober Tambah Setahun

Pada periode Oktober ini, biasanya diisi oleh mahasiswa ITB yang sempat memiliki sandungan dalam akademik. Seperti harus mengulang beberapa mata kuliah, tugas akhir atau skripsinya sempat gagal, atau pun pernah cuti satu semester.

Periode April Tambah Setahun

Pada periode April ini, biasanya diisi oleh kawan-kawan yang tertinggal secara akademik di ITB. Tertinggal dalam artian jumlah mata kuliah yang diulang cukup banyak sehingga jumlah yang harus dikejar cukup banyak. Bisa sampai turun angkatan, dalam artian ketika mengambil mata kuliah harus bersama juniornya. Dari pola yang teramati, biasanya yang lulus dalam periode April tambah setahun adalah mahasiswa yang punya spirit dan semangat yang kuat untuk lulus dari ITB.

Periode Juli Tambah Dua Tahun

Pada periode ini, biasanya diisi oleh kawan-kawan yang juga tertinggal secara akademik di ITB. Namun, bedanya dari yang lulus April adalah kawan-kawan pada periode ini juga masih punya semangat yang kuat untuk lulus dari ITB, namun tidak sesemangat kawan-kawan yang lulus pada periode April. Pada waktu-waktu menjelang periode ini, biasanya terlihat jelas siapa saja kawan-kawan yang akan bisa lulus dari ITB, dan siapa saja kawan-kawan yang tidak lulus dari ITB. Pada waktu mendekati periode ini lah biasanya mulai terlihat satu-dua kawan yang terpaksa harus dibantu untuk transfer SKS ke kampus lain agar tidak terkena status drop-out.

Periode Oktober Paling Akhir

Biasanya stigma mahasiswa yang lulus paling akhir adalah mahasiswa yang memiliki masalah akademik. Tapi lucunya, justru mahasiswa tersebut di ITB mayoritas habis pada April dan Juli. Lalu, sisanya apa dong yang lulus di periode paling akhir? Biasanya mahasiswa ITB yang lulus pada periode paling akhir adalah mahasiswa yang memiliki alasan khusus. Bisa alasan khusus yang produktif karena berkegiatan lebih dulu seperti bisnis atau kerja, bisa juga alasan aneh seperti kebanyakan main games, atau pun alasan yang sifatnya personal. Para mahasiswa yang lulus pada periode ini kalau diperhatikan memiliki prestasi akademik yang lebih dibandingkan yang lulus pada dua periode sebelumnya. Namun, ya gitu deh. Biasanya mahasiswa aneh-aneh lulusnya di periode ini. Walaupun ada juga sih yang lulus memang karena akademiknya sangat-sangat tertinggal hampir gak ketolong, tapi akhirnya beruntung lolos dari lubang jarum.

Periode Selain Di Atas

Sebetulnya ada dua periode wisuda yang diikuti oleh mahasiswa ITB yang betul-betul pencilan. Ada periode April sebelum semua teman-temannya lulus. Biasanya yang ikut periode ini jumlahnya dari satu angkatan seluruh jurusan ITB bisa dihitung pakai sebelah jari tangan. Teman-teman yang lulus pada periode ini adalah alien yang menyamar jadi mahasiswa ITB.

Ada juga satu lagi yaitu periode April setelah batas masa studinya habis. Kawan-kawan yang lulus pada periode ini juga jumlahnya sama seperti jumlah para alien yang menyamar jadi mahasiswa ITB. Teman-teman yang lulus pada periode ini adalah yang betul-betul memiliki kasus khusus yang diberikan perpanjangan oleh Rektorat ITB. Sebagai contoh kasus khusus itu misalnya yang mengalami sakit sehingga harus dioperasi, atau yang memiliki masalah kesehatan jiwa, atau pun yang memang karena pertimbangan yang tidak bisa diketahui oleh publik.

Dan,

Saya sendiri dulu berpotensi untuk lulus dari ITB pada periode Juli angkatan saya. Alhamdulillah IP saya di tingkat akhir memiliki predikat sangat memuaskan, walaupun tidak cumlaude. Namun, karena satu dan lain hal saya mengundurkan wisuda dari ITB karena berkegiatan lebih dulu di kemahasiswaan. Setelah itu, saya juga kehilangan arah sehingga mencoba belajar membangun usaha dan kerja selama sekitar enam bulan. Gawatnya, pada saat kembali ke kampus dan menyelesaikan tugas akhir ternyata tugas akhir saya gagal dan harus ganti topik. Alhasil, sambil mengerjakan usaha dan tugas di luar kampus, saya pun berhasil meloloskan diri dari ITB pada periode Oktober akhir. Dan itu juga mengapa saya terbesit untuk berbagi cerita dan menuliskan opini dari mengamati kawan-kawan yang telah berpetualang lebih dulu dengan ijazah cap gajahnya.

Mungkin kalimat “setiap mahasiswa akan lulus pada waktu yang tepat” ada benarnya juga. Alhamdulillah ketika saya lulus dari ITB telah merasa memiliki bekal yang cukup untuk terus maju mengejar tujuan hidup. Ada yang bilang, “People die at 25 and aren’t buried until 75”. Sejatinya, kita harus terus bertanya akan tujuan hidup kita dan mengejarnya hingga waktunya kita dikubur agar tidak “mati” ketika memasuki fase dewasa. Dan hal tersebut tidak ada hubunganya dengan kapan wisuda selama seseorang terus maju.

Akhir kata,

Mohon doa supaya dilancarkan hingga prosesi wisuda dan semoga ilmu yang saya dapatkan ketika berkuliah di Teknik Informatika ITB bermanfaat bagi diri saya, orang tua, negara, bangsa, dan umat manusia.

Categories: Coretan Tags: , , , , ,
  1. 28/09/2015 at 09:54

    Elaborasinya oke haha, congraduation yaa buat Oktober! Embrace the moment!

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: