Home > Coretan > Cara Menyampaikan

Cara Menyampaikan

kritik

Pernah gak sih kita melakukan kesalahan yang sangat besar, tapi saat dikritik kita bisa menerima dengan lapang dada dan bersedia memperbaiki? Di satu sisi, pernah gak sih kita melakukan kesalahan kecil, tapi saat dikritik kita cenderung kesal dan ogah memperbaiki?

Ketika disampaikan dengan baik, menurut hemat saya seharusnya semua kritik dapat diterima dan membangun. Tapi, kadang-kadang ada orang yang tidak bisa menyampaikan maksud dengan empati. Hanya yang penting masuk. Betul sih, konten lebih penting daripada bungkus. Tapi bagaimana pun juga, tidak semua manusia sama. Manusia adalah “mesin” yang memiliki perasaan yang harus dipertimangkan. Seantisosial apa pun seseorang, secercah perasaan itu tetap ada.

Sebagai contoh ada dua kalimat:

  1. “Kamu salah”
  2. “Anda kurang tepat”

Maksud dari kedua kalimat tersebut sama, tapi akan lebih bisa diterima yang kedua bukan?

Saya sendiri bukan orang yang baik dalam menyampaikan kritik. Namun, saya pernah merasakan tidak enaknya diberikan kalimat yang pertama.

Semoga kita semua dapat menyampaikan apa pun dengan empati kepada orang lain, dan dapat menerima masukan apa pun dengan lapang dada.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: