Home > Coretan > Titik Awal dan Akhir Perjuangan Rasulullah

Titik Awal dan Akhir Perjuangan Rasulullah

quran

Ada hal yang menarik dari pembelajaran yang saya lakukan dari menelusuri isi Al-Quran selama Ramadhan kemarin. Lebih dari 6.000 ayat diturunkan selama perjuangan Rasul, dari umur 40-63 tahun beliau hidup di dunia.

Setiap ayat di dalam Al-Quran ini tentu diturunkan dengan maksud dan tujuan tertentu. Hal ini menjadi menarik, kita bisa melihat titik-titik perjuangan Rasul dan juga kisah tentang berdirinya islam itu sendiri.

Berikut adalah ayat pertama dan terakhir yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad:
Ayat Pertama
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَق
Ayat Terakhir
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلامَ دِيناً

Fi’il (kata kerja) pertama dari ayat pertama adalah iqra. Sedangkan fi’il terakhir dari ayat terakhir adalah radhitu. Arti dari Iqra adalah “bacalah” dan arti dari radhitu adalah “Aku ridhai”. Secara kontekstual, makna iqra pada ayat pertama yang diturunkan adalah membaca ayat-ayat Allah di alam semesta. Tidak hanya ayat kauliyah, tapi juga ayat kauniyah. Kemudian, secara kontekstual makna radhitu pada ayat terakhir ditujukan kepada Allah yang telah meridhai perjuangan Rasulullah dalam menyampaikan ajaran islam.

Di sini saya tidak ingin menerjemahkan lebih jauh tentang kedua ayat ini karena saya merasa tidak memiliki ilmu tafsir yang cukup. Namun, pastinya ada pelajaran yang bisa dipetik dari setiap ayat Al-Quran yang diturunkan.

Pada awal perjuangan, sungguh menarik melihat bahwa perintah Allah bukanlah “sembah Aku” atau “taati Aku”. Tapi di awal perjuangan Rasulullah ini, Allah memerintahkan nabi dan umatnya untuk “membaca”. Membaca atas nama-Nya yang maha menciptakan, membaca atas kemuliaan-Nya. Membaca untuk belajar memahami-Nya dengan melihat alam semesta.

Di akhir perjuangan, hal ini juga menarik. Ketika perintah Allah pada ayat pertama yang diturunkan adalah untuk terus memahami-Nya dengan “membaca”, atau dalam bahasa kekinian adalah terus belajar. Asumsikan Rasulullah (dan hampir pasti) terus belajar memahami Allah dalam setiap langkah hidupnya. Proses pembelajaran dan perjuangan yang dijalankan tersebut mendapatkan jawaban dari Allah, yakni diridhai. Singkat kata, secara tidak langsung proses hidup dan perjuangan yang dialami Rasulullah adalah terus “membaca” untuk mendapatkan Ridha dari Allah SWT.

Melihat titik awal dan akhir perjuangan Rasulullah ini, sudahkah kita mencontoh proses untuk terus “membaca” demi meraih Ridha-Nya?

Wallahua’lam.

Categories: Coretan Tags: , , , , ,
  1. 24/07/2015 at 01:23

    Luar biasa emil pembahasannya😀 anak madrasah sejati

    • 24/07/2015 at 10:06

      Duh. Da aku mah apa atuh dibanding Kak Adam. Haha.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: