Domestikasi Wanita?

female-photographer

Sebagai muslim saya tidak setuju.

Pernah bayangkan ketika siti Aisyah di rumah saja? Kita gak akan mendapatkan riwayat ribuan hadits tentang kehidupan sehari-hari.
Pernah bayangkan ketika siti Hafsah di rumah saja? Kita gak akan punya Al-Quran dalam bentuk buku (mushaf) seperti sekarang.
Pernah bayangkan ketika siti Khadijah di rumah saja? Nabi gak akan mendapatkan bekal pengalaman bermasyarakat yang cukup.
Pernah bayangkan ketika siti Zainab di rumah saja? Akan banyak umat islam saat itu yang terlantar kelaparan.

Memang betul banyak syarat yang harus dipenuhi ketika muslimah ingin berkarya. Namun bila mencontoh pelajaran baik dari Rasulullah dan istrinya, apakah sebagai manusia modern (apalagi umat islam) masih mau mengurung wanita di rumah ketika mereka ingin berkarya?

Advertisements

2 thoughts on “Domestikasi Wanita?”

  1. Mil, mau nanya dong. “Siti” yang ada di depan nama-nama wanita di kehidupan Rasulullah SAW sebetulnya apa artinya? Sepertinya itu tambahan dari orang Indonesia/Melayu ya? Soalnya kalau aku baca dari sumber non-Indonesia, tidak pernah ada “siti” di depan nama mereka..

    1. Hola, Din. Kalo ga salah nih ya, arti dari “Siti” itu tuh panggilan dalam bahasa Indonesia buat wanita yang ditinggikan atau dimuliakan. Mungkin seperti “Bung” atau “Kang” kalo buat cowok kali ya. Hoho.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s