Home > Coretan > Akal Manusia

Akal Manusia

manusia-purba

Bertanya:

“Manusia, dilihat dari sudut mana pun, hanya satu dari banyak spesies di muka bumi. Siapa yang memberikan hak pada manusia untuk membagi-bagi bumi seakan bumi itu dimiliki manusia? Apa menjadi pemimpin sama dengan menjadi penguasa?”

Menjawab:

Keunggulan manusia atas spesies lain bisa dilihat dari dua sisi (creationism vs evolutionism):

  • Pandangan para creationist menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan akal sehingga bisa berdiri di atas spesies lain di muka bumi. Tentunya akal ini berasal dari Yang Maha Kuasa (bila anda percaya campur tangan Tuhan).
  • Pandangan evolutionist menjelaskan bahwa manusia bisa berdiri di atas makhluk lain karena dulunya “beruntung” punya tangan sehingga bisa berkreasi dengan benda. Dalam jangka waktu yang ordenya ribuan generasi, tangan ini merangsang spesies manusia bisa hidup dengan peralatan sehingga mampu berpikir, bisa berkreasi dan unggul dibanding spesies2 lain (sumber: Kartun Peradaban, Larry Gonnick).

Kalau ditanyakan siapa yang memberikan hak, dikembalikan lagi kepada penanya lebih cocok dengan pandangan creationist atau evolutionist. Kalau lebih percaya dengan creationist, Tuhan lah yang memberikan hak pada manusia. Kalau lebih percaya evolutionist, manusia sendiri lah yang memenangkan “pertarungan” dan menjadi penguasa bumi.

Saya pribadi percaya dengan campur tangan Yang Maha Kuasa memberikan akal pada manusia. Bukan berarti saya tidak percaya dengan teori evolusi. Teori yang mengatakan kecerdasan manusia berawal dari adanya tangan masuk akal. Namun, kok bisa Homo sapiens memiliki lompatan kecerdasan (dibanding manusia jenis Pithecanthropus atau Naendherthal) dan menguasai bumi mulai sekitar beberapa puluh ribu tahun lalu? Kok bisa manusia punya kebijaksanaan menata peradaban setelah sebelumnya hanya bunuh2 mammoth dan berkelahi antar koloni? Dari mana kebijaksanaan itu datang? Wallahualam, hanya Tuhan yang mengetahui pasti.

Buat pertanyaan kedua, dikembalikan lagi saja ke definisi pemimpin vs penguasa (dalam bahasa arab sepadan dengan khalifah vs umara). Berikut adalah definisinya:

  • pimpin /pim·pin/ v, berpimpin /ber·pim·pin/ v (dl keadaan) dibimbing; dituntun: yg buta datang ~;~ jari berpegangan (bergandengan) tangan: dua sejoli itu turun dr mobil ~ tangan;
  • kuasa 1 /ku·a·sa / n kemampuan atau kesanggupan (untuk berbuat sesuatu); kekuatan

    (sumber: KBBI, 2014).

Dari definisi tersebut terlihat bahwa ada perbedaan yang kontras antara “pimpin” dan “kuasa”, ada unsur membimbing, menuntun. Tidak hanya sanggup dan memiliki kekuatan saja. Butuh kebijaksanaan di sana untuk bisa membimbing dan menuntun. Kalau dikaitkan dengan pertanyaan pertama, mungkin seyogyanya kebijaksanaan (yang disebut akal) ini yang menjadikan manusia pemimpin di muka bumi, tidak hanya penguasa.

CMIIW.

Pertanyaan dan jawaban di atas diambil dari ask.fm penulis. Mungkin ada pembaca yang punya ilmu yang ingin dibagi terkait ini?

Categories: Coretan Tags: , , , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: