Home > Coretan > Waktu Tidur yang Pas

Waktu Tidur yang Pas

tidur

Dari 24 jam yang tersedia per harinya, berapa lama waktu yang dihabiskan untuk tidur? Ada yang mengatakan manusia menghabiskan waktu sepertiga hidupnya untuk beristirahat, dengan kata lain 8 jam. Namun, ternyata waktu tidur dalam sehari tidak selalu 8 jam. Bisa lebih bisa kurang. Terdapat faktor lain yang berpengaruh seperti usia, kondisi biologis, pengaruh obat-obatan, gangguan tidur dan keturunan (sumber).

Saya sendiri membutuhkan waktu tidur rata-rata dalam sehari sekitar 5-6 jam dengan segala kesibukannya. Ketika mengambil waktu tidur sekitar jam 12 malam, badan akan terbangun kembali sekitar jam 5-6 pagi. Namun, ketika sedang kelewat lelah mau tidak mau diberikan alarm atau dibangunkan pun tidak mempan sehingga molor hingga jam 7 atau bahkan jam 8.

Memang sulit mengatur waktu bangun. Apalagi ketika sudah harus fokus dengan berbagai kegiatan dengan waktu mulai efektif jam 8 pagi. Alhasil tidak ada pilihan lain selain mengatur waktu mulai tidur.

Dari beberapa eksperimen yang saya lakukan, lama waktu tidur saya sangat bergantung tingkat kelelahan. Namun, ternyata setelah dicatat dapat diambil rata-rata waktu tidur saya berbanding waktu bangun adalah sekitar 1:3. Sebagai contoh ketika saya bangun sejak jam 6 pagi hingga jam 12 malam, maka saya akan terbangun secara alamiah sekitar jam 5-6 pagi.

Dan ternyata hasil mengamati pola tidur ini benar adanya. Saya menggeser waktu tidur saya menjadi jam 10 malam dalam seminggu terakhir. Hasilnya, hampir setiap hari saya terbangun di antara jam 3-4 pagi. Ketika molor karena kelelahan pun saya tidak pernah bangun di atas jam 6 pagi. Hal ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan produktivitas harian. Shalat subuh tidak pernah lagi dilakukan di waktu dhuha, segala persiapan harian dapat dilakukan sebelum subuh sehingga setelah subuh dapat langsung beraktivitas. Tidak perlu lagi diburu-buru. Ketika sudah masuk waktu produktif pun (jam 8 pagi) dapat langsung fokus mengerjakan berbagai hal karena sudah “panas” di pagi harinya.

Awalnya mungkin memang terasa agak sayang tidak menghabiskan malam sepenuhnya untuk mengerjakan berbagai hal. Namun, waktu dua jam antara jam 10-12 malam yang biasa digunakan untuk beraktivitas ternyata tidak lebih produktif dibandingkan dilakukan pada jam 3-5 pagi.

Pada akhirnya, tubuh manusia yang sehat memiliki mekanisme untuk “memaksa” pemiliknya beristirahat dengan durasi yang dibutuhkan. Mungkin memang mengatur waktu bangun dengan alarm dan meminta dibangunkan tidak lebih efektif dibandingkan mengatur waktu tidur. Setidaknya cara ini efektif untuk menjaga waktu tidur dan kesehatan saya pribadi.

Categories: Coretan Tags: , , , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: