Home > Coretan > Jilbab Marshanda, Bu Iriana dan Jilboobs

Jilbab Marshanda, Bu Iriana dan Jilboobs

 

Jilbab Marshanda-Iriana

Dalam sebulan terakhir ramai dibicarakan terkait menyikapi perihal jilbab (asimilasi dari kata hijab di kalangan masyarakat Indonesia) dengan tidak semestinya. Ramai-ramai yang pertama adalah ketika Marshanda melepas jilbabnya dan menampilkan foto rambut barunya di instagram. Ramai-ramai berikutnya adalah ketika Bu Iriana (istri dari presiden terpilih, Jokowi) melepas jilbabnya setelah masa pemilu. Dan yang ketiga adalah ketika foto-foto jilboobs (pengguna jilbab namun tidak menutup boobs) ramai diangkat oleh berbagai media.

Banyak tulisan yang menuding kesalahan tiga kasus tersebut. Namun banyak juga yang mengajak supaya kita menyikapinya dengan bijak.

Saya pribadi sebagai muslim berpendapat bahwa jilbab adalah suatu tuntutan syariat yang harus dipenuhi oleh setiap wanita yang beragama islam. Baik mampu memenuhinya sejak dini, ketika masih muda, ketika sudah tua, ada juga yang tidak berkesempatan seumur hidupnya, ada juga yang berkesempatan namun tidak maksimal sesuai syariat.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa setiap wanita memiliki pengalaman menggunakan jilbab yang berbeda-beda. Ada proses yang berbeda yang dialami setiap wanita, dan proses inilah yang harus dihargai. Bukan hanya melihat hasilnya sudah berjilbab dengan betul atau tidak.

Lucunya, ketika melihat kritik yang cenderung keras dan menuding “kafir” justru datang dari para lelaki yang tidak pernah memahami sulitnya berjilbab. Apakah kalian tidak memiliki ibu atau adik yang berusaha berjilbab sesuai syari? Apakah tidak pernah melihat proses mereka hingga konsisten berjilbab? Kalau sudah berjilbab dengan syari, apakah tidak melihat mereka jatuh bangun beratnya menjaga tetap berjilbab?

Bukankah akan lebih baik mendoakan Marshanda bisa menghadapi semua masalah pribadinya dengan baik, sehingga nantinya bisa kembali berjilbab dengan syari?

Bukankah lebih baik memandang positif kalau Bu Iriana pernah merasakan berjilbab (walau ternyata tidak sanggup meneruskan) daripada menilai beliau hanya berjilbab karena musim politik? Mungkin kita lupa bahwa isi hati hanya beliau dan Allah yang tahu.

Terkait jilboobs, daripada memasang foto-foto yang membuat kita tidak nyaman bukankah lebih elok memberi apresiasi kepada mereka karena telah sanggup berjilbab walaupun tidak sempurna?

Daripada tuding-menuding yang membuat resah, masih ada jalan mendoakan para wanita yang sedang berjuang menyempurnakan hijabnya. Saya sendiri sejak kecil bersekolah di sekolah islam melihat beratnya teman-teman wanita berjilbab mulai dari lepas-pasang hingga sempurna. Saya pun melihat perjuangan ibu saya tercinta dan adik-adik saya menyempurnakan hijab. Rasanya tidak etis menuding macam-macam para wanita yang sedang berjuang menutup auratnya. Seakan menuding ibu dan adik sendiri.

Semoga semua umat muslim di dunia ini dapat lebih menghargai proses yang dilakukan para wanita dalam berhijab, tidak hanya melihat hasilnya.

Categories: Coretan Tags: , , , , ,
  1. 20/08/2014 at 22:21

    Mil, pandangan dan opini yang menarik. Aku sudah lama ga ngikutin perkembangan gosip di Indonesia karena lama kelamaan yg aku temukan hanyalah masyarakat yg cenderung melontarkan kritik tnpa mberi solusi / bercermin dahulu sblum mengkritik. Budaya yang entah mengapa sangat mengakar di Indonesia😦

  2. 24/08/2014 at 15:22

    Ada yg ngeshare foto tentang jilboobs… “Rezeki” nomplok.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: