Home > Coretan > 94 -> 78

94 -> 78

diet

Judul di tulisan ini menggambarkan perubahan berat badan saya dari lebaran tahun lalu (1434 H) dan lebaran tahun ini (1435 H). Saya ingin membagi segala pengalaman saya menurunkan berat badan dari kategori obesitas menjadi batas aman melalui tulisan ini. Sejujurnya, pada awalnya saya tidak menyangka kalau bisa turun 16 kg, walaupun tidak kaget juga karena memang sudah diprediksi akan turun karena saya berusaha menjaga pola makan dan olahraga dalam setahun terakhir demi kesehatan jangka panjang. Maklum, sekitar setahun lalu kadar gula dan kolesterol sudah di atas normal walaupun belum mencapai titik berbahaya.

Mengapa bisa turun hingga 78 kg? Saya coba sedikit merekap berat badan saya dalam beberapa tahun terakhir sebagai berikut:

  • 2009: 63 kg
  • 2010: 73 kg
  • 2011: 85 kg
  • 2012: 93 kg
  • Nov/2013: 94 kg
  • Dec/2013: 88 kg
  • Jan/2014: 85 kg
  • Feb/2014: 80 kg
  • Mar/2014: 79 kg
  • Apr/2014: 82 kg
  • Mei/2014: 78 kg
  • Jun/2014: 79 kg
  • Jul/2014: 80 kg

Di antara tahun 2009 sampai tahun 2012, berat badan saya bertambah dengan nilai rata-rata 10 kg per tahun. Hal ini disebabkan karena saya mengalami perubahan pola makan yang ekstrim dari sebelumnya tinggal di asrama dengan gizi terukur dan cukup, kemudian harus tinggal sendiri sebagai anak kosan yang tentunya nafsu makannya tidak terkontrol. Satu-satunya yang menghentikan pertambahan berat tersebut adalah karena badan saya sudah menyesuaikan dengan pola makan ngawur dan banyaknya kegiatan. Namun, saya cukup terpukul di pertengahan tahun lalu dimana saya mendapati bahwa indikator-indikator kesehatan dalam tubuh saya sudah mulai bergerak ke arah bahaya.

Berangkat dari rasa takut tersebut, saya mencoba berbagai diet. Saya ingin membagi pengalaman beberapa diet yang telah saya coba selama hampir satu tahun sebagai berikut:

  • Diet hanya makan satu kali sehari

Saya menjalani diet ini langsung ketika mendapati pengukuran indikator kesehatan saya memburuk. Saya memberanikan diri melakukan hal ini, padahal sebelumnya saya biasa makan lima kali sehari. Hasilnya, saya mendapati berat badan saya turun sekitar 2 kg per minggu. Namun, saya berhenti melakukan diet ini karena rasa stres menahan nafsu makan.

  • Diet OCD / Intemitten Fasting

Diet ini adalah diet kedua yang saya coba. Dengan melakukan OCD/IF, pola makan dan kesehatan psikis saya lebih bisa dikontrol. Dengan pola makan yang diatur dengan jendela makan, tubuh saya lebih fleksibel untuk makan pada waktu-waktu tertentu saja. Namun, setelah dijalani rasanya badan saya menolak melakukan disiplin ini setelah beberapa minggu. Belum lagi ketika waktu makan kadang melakukan balas dendam. Hasilnya berat badan saya hanya turun 3 kg dalam satu bulan.

  • Diet Kalori

Diet ini dilakukan karena saya ingin makan ketika lapar dan tidak ditahan hingga menyebabkan keinginan makan yang terakumulasi menjadi mager atau kadang emosian. Namun, lagi-lagi diet ini tidak efektif untuk saya sehingga berat badan saya konstan.

  • Puasa Daud

Sejauh ini, diet ini merupakan diet yang paling efektif. Sebagai muslim, saya sudah terbiasa puasa sejak kecil. Alhamdulillah menahan lapar dan haus tidak memberatkan aktivitas saya sehari-hari. Malah dalam beberapa kesempatan membuat saya lebih produktif karena dibiasakan untuk sahur dan berbuka. Dengan diet ini berat badan saya turun lebih dari 5 kg dalam sebulan. Namun sayang terpaksa dihentikan karena berat badan mulai stabil di sekitar 80 kg dan kehilangan motivasi. Bagaimana pun juga, puasa itu sebaiknya dilakukan karena ingin mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa, bukan karena menurunkan berat badan.

  • Diet tanpa makan nasi

Diet ini merupakan diet yang dapat dikatakan cocok untuk dilakukan oleh saya. Dengan memotong karbohidrat utama yang dikonsumsi setiap hari, saya jadi terpaksa menggantinya ke asupan gizi lain sehingga badan saya tetap tercukupi kebutuhannya setiap hari. Selain itu, dengan membagi frekeunsi makan yang lebih banyak badan saya jadi tidak pernah merasa lapar. Alhamdulillah dengan diet ini kesehatan terjaga dan berat badan saya turun 1-2 kg per bulan.

Dengan melakukan diet-diet tersebut selama satu tahun, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti diet dan mengatur pola makan secara alami ditambah dengan olahraga. Mengapa begitu? Rasanya sudah lelah untuk melakukan diet dan saya tidak merasa terlalu gemuk sehingga harus berdiet. Mungkin dalam waktu dekat saya akan mengukur indikator-indikator kesehatan seperti gula darah dan kolesterol sehingga saya bisa konsisten dengan pola hidup sehat untuk jangka panjang.

Satu tahun rasanya bukan waktu yang sedikit untuk melakukan sesuatu. Kalau dikatakan menjadi seorang ahli membutuhkan waktu 10.000 jam, dengan diet 24 jam per hari yang saya lakukan mungkin saya sudah dapat dikategorikan sebagai ahli diet ya? Haha.

Tips saya bagi yang ingin berdiet baik untuk menguruskan badan atau menjaga kesehatan tidak lain adalah “lakukan saja”. Dan ketika diet tersebut gagal mencapai target (mis: berat badan tidak turun, badan tidak merasa sehat, lapar tidak terkontrol), maka belajar lah dari kesalahan pada diet tersebut dan kembali melakukan diet jenis apa pun. Pada akhirnya, badan kita akan menemukan sendiri pola terbaiknya.

Diet yang baik untuk seseorang belum tentu baik bagi orang lain. Namun, yang penting terus berusaha bukan? InsyaAllah hasil yang terbaik akan datang dengan sendirinya.

Categories: Coretan Tags: , , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: