Home > Coretan > RUU PT, Sang Pisau Bermata Dua

RUU PT, Sang Pisau Bermata Dua

 

Lagi-lagi RUU Pendidikan Tinggi, sang isu lama yang terus mengalami pasang surut. RUU yang rencananya akan disahkan sejak lama ini terus ditunda hingga akhirnya terpaksa dikejar tayang oleh Para Dewan. Entah mengapa saya merasa pembahasan RUU yang penting ini terkena arus kepentingan para politikus di ‘atas’ sana.

Lalu, mengapa saya memandang RUU PT ini merupakan pisau bermata dua? Sebelumnya saya pernah me-review tentang RUU PT di tulisan ini: Klik di sini

Pasal-Pasal Kontroversial

Bila kita melihat sekilas, RUU PT ini bertujuan untuk mengatur tata kelola pendidikan tinggi yang ada di Indonesia, mulai dari PTN dengan berbagai klasifikasinya dan juga PTS. Tujuan RUU PT ini adalah baik supaya pendidikan tinggi di Indonesia dapat terkelola dengan baik mulai dari aspek pendanaan hingga kurikulum. Sudah rahasia umum bahwa tidak banyak universitas di Indonesia yang dapat dikatakan memiliki standar pendidikan yang baik.

Namun, bila kita melihat di sisi lain justru ternyata RUU PT ini memiliki resiko terancamnya Perguruan Tinggi di Indonesia dalam mengembangkan pendidikan. Dapat dilihat dalam berita beberapa hari terakhir ini ternyata RUU PT masih banyak menyisakan pasal-pasal kontroversial seperti pasal 34 yang memberikan wewenang kepada Kementerian Pendidikan untuk mengatur kurikulum, pasal 36 yang terkesan Kementrian Pendidikan bisa mengintervensi pengelolaan Perguruan Tinggi, Pasal 93 mengenai bantuan operasional, dan masih banyak lagi pasal-pasal kontroversial dalam RUU PT ini.

Harapan Untuk RUU PT

Teringat perkataan Menteri Pendidikan, Muhammad Nuh tempo hari bahwa jangan sampai RUU PT ini terkendala masalah teknis sehingga melenceng dari tujuannya. Ya, saya sepakat dengan beliau bahwa RUU PT ini memiliki tujuan yang mulia untuk pendidikan di negeri kita. Namun, terlepas dari itu saya sedih melihat RUU PT yang terkesan ditangani DPR dengan metode ‘kejar tayang’ sehingga terlihat belum matang dalam banyak aspek.

Dari berbagai masalah yang muncul di permukaan atau pun yang tersembunyi di dalam, semoga ke depannya RUU PT ini bisa memberikan manfaat jangka panjang kepada Indonesia. Saya tidak ingin RUU PT yang jelas belum matang ini bernasib sama seperti UU BHP yang dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi.

Sekian coretan opini dari saya, Bagaimana dengan pembaca?🙂

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: