Home > Coretan > Sepakbola dan Sistem

Sepakbola dan Sistem

http://www.bursabandar.com/images/uploads/img/EURO%202012%20-%20Poland%20Ukraine.jpg

Euro 2012 telah berakhir. Punggawa timnas Spanyol telah berhasil mempertahankan dan kembali mengangkat trofi Henri Delaunay sebanyak dua kali berturut-turut.

Dalam pandangan saya, suksesnya sebuah tim dalam sepakbola biasanya tidak terlepas dari bagaimana sistem dan pengelolaan sepakbola dalam negara tersebut. Hal ini telah ditunjukkan oleh Jerman dan Spanyol dalam kompetisi Euro 2012. Mereka telah menunjukkan kualitas tim yang jauh di atas timnas lain yang berkompetisi dalam laga tersebut. IMO, Jerman dan Spanyol tetap tim terbaik dalam turnamen ini walaupun Jerman kalah taktik dan membuat banyak blunder saat menghadapi Italia di Semifinal.

Saya melihat kedua negara ini mampu memainkan sepakbola yang disokong oleh sistem yang kuat. Sepakbola yang tidak hanya berisi pemain-pemain bintang yang berkualitas atau pun taktik yang mumpuni. Namun, sepakbola yang kokoh dan berkarakter dari hasil usaha selama bertahun-tahun.

Sepakbola Spanyol dan Jerman

Spanyol yang terkenal dengan infrastruktur yang memadai dan pelatih dengan jumlah melimpah telah berhasil menumbuhkan bakat-bakat yang seakan tidak akan pernah habis. Mereka tidak hanya mengambil bakat alam seperti pemain bola Amerika Selatan, namun menumbuhkan sedari usia dini sehingga regenerasi tim dengan kualitas yang imba akan tetap terjaga.

Kemudian Jerman yang pernah gagal pada Piala Dunia 98 dan Piala Eropa tahun 2000 telah menetapkan standardisasi di level yang tinggi. Setiap klub di Jerman harus mengikuti kebijakan pusat yang mengharuskan setiap klub memiliki infrastruktur, pembinaan pemain muda, dll dengan standar yang telah ditetapkan. Apabila tidak mampu melaksanakannya, maka klub dilarang ikut kompetisi. CMIIW.

Sepakbola di level klub

Kemudian, bila kita melihat pada level klub ada dua klub yang levelnya jauh di atas klub-klub lain di Eropa. Mereka adalah Real Madrid dan Barcelona. Real Madrid menerapkan kebijakan untuk menyatukan para ‘Zidanes’ dan ‘Pavones’ agar regenerasi kekuatan tim tetap berada di level tertinggi. Selain itu Real Madrid juga punya jangkauan global yang menyokong segala aspek di dalam klub.

Di sisi lain Barcelona memiliki sekolah La Masia yang sangat terkenal dimana sekolah ini mendidik para pemain sepakbola tidak hanya dari aspek teknis. Tapi sekolah ini juga mengajarkan kehidupan bersama di asrama dan juga kemampuan akademis. Barcelona juga memiliki tim dengan berbagai tingkatan yang telah dididik secara sistematis untuk bermain dengan pola strategi El Barca yang diturunkan Opa Cruyff.

Contoh-contoh tersebut telah menunjukkan bahwa sepakbola tidak hanya sekedar uang. Sepakbola tidak hanya sekedar taktik atau pun memiliki pemain dengan level alien seperti Messi atau CR di masa kini. Atau Maradonna, Pele, Zidane, Beckenbauer, Platini, Cruyff, dll di masa lalu. Sistem sepakbola lah yang menjadikan suatu tim berada di level yang luar biasa seperti yang telah ditunjukkan oleh Real Madrid, Barcelona, Timnas Spanyol dan Timnas Jerman.

Lalu, bagaimana dengan timnas kita ya?

Melihat timnas atau pun klub-klub tersebut, saya jadi berpikir. Kapan ya timnas Indonesia bisa seimba mereka? Sangat disayangkan. Padahal potensi Indonesia bisa dikatakan sangat besar di dunia sepakbola. Kita memiliki populasi yang sangat banyak, animo masyarakat terhadap sepakbola yang sangat besar, hingga infrastruktur yang bisa dikatakan cukup baik.

Kenapa ya?

Categories: Coretan Tags: , , , ,
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: