Home > Coretan > Ironis, Sajadah Justru Membuat Shaf Renggang

Ironis, Sajadah Justru Membuat Shaf Renggang

From : duniaislammodern.blogspot.com

Pagi hari ini saya pergi ke masjid untuk shalat ied seperti tahun-tahun sebelumnya. Ya, ada fenomena yang masih biasa kita lihat yakni membawa sajadah ke masjid yang lantainya sudah pasti bersih.

Saya tidak mempermasalahkan sajadahnya. Kalau memang merasa lantai masjid kurang bersih menurut saya tidak masalah melapisi tempat sujud dengan sajadah. Fungsi sajadah dibuat sih baik. Bahkan tujuannya mulia. Tapi, seperti yang diketahui bahwa sajadah dewasa itu umumnya lebih lebar dari jarak antar pundak.

Lalu? Apa salahnya?

Karena terbiasa shalat dan berpijak di sajadahnya, orang jadi enggan utnuk meluruskan dan merapatkan shaf berjamaah.

Kalau Shaf jadi renggang dan tidak lurus kenapa ya?

Pendapat saya ada tiga alasan yang akan dipaparkan di bawah ini.

1. Dari Segi Syariah
Tidak menjalankan Sunnah Rasul berdasarkan hadits :

Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda :
“Luruskan shaf-shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk kesempurnaan shalat”
(Hadits riwayat Bukhari, dalam Fathul Bari No 723)

Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda :
“Benar-benarlah kalian meluruskan shaf-shaf kalian
atau Allah akan membuat berselisih di antara wajah-wajah kalian”
(Hadits riwayat Bukhari 717, Muslim 127, Lafadz ini dari Muslim)

2. Dari Segi Esensi
Esensi shalat berjamaah tidak hanya pahalanya yang lebih besar. Shalat berjamaah menurut saya juga memiliki hikmah persaudaraan dan ikatan sesama muslim yang kuat di jamaah.
Kalau shalat berjamaah saja masih enggan meluruskan dan merapatkan shaf, bagaimana menjaga persatuan ketika bermasyarakat?
Esensinya mungkin terlihat dipaksakan, tapi bagi saya tetap “make sense”.

3. Dari Segi Estetika
Kalau kebetulan lagi shalat di lantai dua atau lebih, coba saja lihat bagaimana kondisi shaf yang renggang dan tidak lurus.
Bila anda berpendapat kondisi demikian enak dilihat berarti anda adalah (Maaf) orang yang aneh.
Dan saya yakin hampir semua orang menyukai shaf yang lurus dan rapat.

Solusi
Saya pribadi bukanlah ahli agama yang baik. Namun, alangkah mulianya bila kita lebih concern terhadap kelurusan dan kerapatan shaf dalam shalat. Di sini saya mencoba memberikan solusi yang mudah dilakukan untuk lurusnya shaf dalam shalat kita:

  • Bila kita melihat shaf di sekitar kita renggang dan tidak lurus, alangkah baiknya bila saling mengingatkan sekitarnya.
  • Bagi pengurus masjid yang kebetulan membaca tulisan ini, alangkah baiknya urgensi lurus dan rapatnya shaf lebih disosialisasikan melalui pengumuman/ma’lumat di masjid atau pun dengan media (poster, selebaran, dll).

Dengan Shaf yang lebih lurus dan rapat ketika shalat, Saya berharap ke depannya dapat memberi manfaat lebih bagi jama’ah.🙂

Semoga bermanfaat. Mohon maaf bila tulisannya cukup frontal.
Hanya curhat.

Terima Kasih.🙂

Categories: Coretan Tags: , , , ,
  1. 01/09/2011 at 11:58

    Kalo Jumatan, seringnya imam buru-buru takbir sebelum makmum merapatkan shaf. Sayang sekali, bisa jadi banyak shaf yang agak renggang soalnya.

    • 03/09/2011 at 08:16

      Iya, dan banyak ma’mum yang gatau kalo udah mulai shalat sebenernya boleh bergerak untuk ngisi shaf.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: